.. Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

Evaluasi Banjir di Kota Tangsel, Fraksi PKS Ajak Semua Pihak Berbenah

Written By Admin on Senin, 13 Januari 2020 | 14.08

Tangerang Selatan — Banjir cukup parah yang menerjang sebagian kawasan di Kota Tangerang Selatan pada pergantian tahun baru lalu menandakan ada sejumlah faktor penyebabnya dan menjadi penanda bahwa semua stakeholder mesti berbenah.

Pernyataan tersebut diungkapkan Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Tangerang Selatan Sri Lintang Rosi Aryani, Rabu (8/1). Ia menggolongkan banjir dalam tiga sebab, yaitu banjir rob yang disebabkan naiknya permukaan air laut, banjir kiriman yang terjadi di daerah yang lebih rendah dari daerah lainnya, serta banjir lokal yang disebabkan curah hujan tinggi yang terus-menerus serta diperparah oleh masalah sampah.

Karena Kota Tangerang Selatan jauh dari laut, menurut Lintang, banjir yang terjadi di Tangsel disebabkan hanya dari dua kemungkinan, kiriman dan banjir lokal. Dia bersama dengan anggota DPRD Kota Tangerang Selatan dari daerah pemilihan Ciputat Timur langsung melakukan kunjungan kerja ke lokasi terdampak banjir di Kelurahan Pisangan.

Menurut Lintang, kawasan Ciputat Timur merupakan daerah yang dilalui aliran Sungai Pesanggrahan yang kerap tersumbat. Salah satu penyebab masalah penyumbatan itu dikarenakan hadirnya sejumlah perumahan yang dibangun pengembang di sekitar daerah aliran sungai (DAS).

Untuk mengatasi masalah banjir ini, Lintang mengusulkan perlu adanya naturalisasi sungai. “Sungai yang ada di daerah Ciputat Timur itu harus dinaturalisasi kembali (difungsikan secara natural—red.) baik sungai Cisadane maupun Sungai Pesanggrahan, serta naturalisasi fungsi Situ,” ujarnya.

Untuk masalah pembangunan marak terjadi di daerah resapan seperti sungai atau situ, Lintang berharap Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk lebih tegas dan serius mengenai perizinan pembangunan di Kota Tangsel. “Kalau sudah seperti ini, Dinas Perizinan harus turun,” tegasnya. 

Perizinan yang sering kali dilanggar, menurut Lintang, menandakan fungsi peraturan daerah mengenai tata ruang dan tata wilayah perlu diefektifkan. “Daerah pemukiman, daerah terbuka hijau, dan daerah situ tidak boleh dibangun rumah atau apapun karena termasuk tanah serapan. Tapi hal ini yang banyak dilanggar oleh pengembang,” ungkap Lintang.

Dia memberikan contoh salah satu komplek perumahan yang terdampak banjir yang parah, yakni Pesona Serpong. Lintang mengatakan penyebab banjir bisa setinggi 4 meter itu karena perumahan tersebut dibangun di daerah tanah resapan. “Oleh karena itu, AMDAL juga harus dilakukan kembali. Misalnya jika dibangun ruko di tanah resapan, maka ruko tersebut harus dilabeli ‘tidak berizin,’” jelasnya.

Selain itu, Lintang juga memaparkan solusi lainnya. Menurutnya, drainase harus diperbaiki sesuai dengan kontur yang ada di Tangerang Selatan. Sekarang ini banyak area sungai yang tertutup sampah karena banyaknya warung atau pedagang yang berjualan di pinggir sungai. Drainase kalau bisa dibuat di tengah bawah jalan seperti di Yogyakarta. Jadi, harus ada kerjasama antara Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pekerjaan Umum terkait infrastruktur,” tutur Lintang.

Lintang juga menanggapi sikap Pemkot Tangsel. “Sikap Pemkot Tangsel ketika  pasca banjir udah bagus dan sigap, meskipun belum semua terlayani dengan baik karena ketersediaan perahu karet terbatas,” ucap Lintang.

Namun, dia juga bersyukur dan mengapresiasi kerjasama masyarakat yang menjadi relawan baik dari partai maupun LSM untuk membantu korban banjir. Lintang berharap Pemerintah Kota Tangsel dapat segera menunaikan janji-janji seperti janji akan mengganti dengan cepat dokumen-dokumen penting melalu Disdukcapil.  “Kami telah mendesak disdukcapil untuk buat bantuan layanan perbaikan dokumen surat penting yang hilang atau rusak karena banjir,” ujar Lintang.

Kepada warga masyarakat Lintang juga menghimbau agar meningkatkan kesadaran dan ketertibannya untuk menaati peraturan. Contoh peraturan yang kerap kali dilanggar adalah larangan berjualan atau bangun rumah dekat dengan sungai. “Masyarakat lainnya juga bisa mendukung peraturan tersebut dengan tidak beli dagangan yang berjualan di bantaran sungai,” ujarnya.

Mengenai budaya tertib buang sampah, menurut Lintang akan mudah jika ketersediaan tempat sampah yang banyak dan menerapkan sistem yang baik dalam pembuangan dan pengelolaan sampah khususnya sampah plastik. “Untuk edukasi akan hal itu, bisa dimulai dari anak-anak,” pungkasnya.

Pasca Banjir Bandang, PKS Tangsel Kirim Relawan Kebersihan Ke Lebak

Written By Admin on Jumat, 10 Januari 2020 | 23.57

TANGSEL -- Bajir dan longsor di wilayah Lebak Banten menyisakan endapan lumpur dan sampah, karena itulah Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Tangerang Selatan mengirim 34 relawan tanggap bencana ke Kabupaten Lebak, Banten.


"Para relawan tersebut terdiri dari tim trauma healing, tim medis, dan tim kebersihan," kata Romi Hendrawan, Kordinator Relawan PKS Kota Tangerang Selatan usai apel pemberangkatan relawan, Sabtu (11/1/2020) pagi.
Romi mengatakan, para relawan PKS akan ditugaskan selama dua hari untuk membantu membersihkan lumpur dan sampah di lingkungan yang terdampak banjir seperti di Desa Sukarame, Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten.

Selian itu, lanjut Romi, relawan PKS juga akan menghibur anak-anak korban banjir dengan dongeng dan permainan yang menarik.

"Juga pemeriksaan kesehatan untuk warga yang terdampak banjir," ujarnya singkat.


Romi menambahkan, tim relawan juga membawa logistik bantuan berupa peralatan tulis sekolah, buku cerita dan belajar, boneka anak, mukena, sajadah, sarung, pakaian dewasa, pakaian anak-anak, pakaian dalam pria dan wanita, bantal selimut, sepatu perempuan, dan seprei.

"Bantuan tersebut berasal dari struktur partai, kader, simpatisan PKS dan masyarakat melalui posko Relawan PKS DPD Tangerang Selatan," imbuhnya.

Nantinya, para relawan PKS tersebut akan bergabung bersama relawan PKS lainnya di Posko Induk Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Provinsi Banten yang berlokasi di Jalan Raya Cipanas Bogor, Desa Bintangresmi, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten.

Posko PKS tersebut  beroperasi sejak 4 Januari hingga 15 Januari 2020.**(cip)

Paramitha Messayu Tandai Zona Merah di Daerah Rawan Bencana

Written By Admin on Kamis, 09 Januari 2020 | 06.22

Setu – Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Tangerang Selatan dari daerah pemilihan (dapil) Serpong-Setu Paramitha Messayu meminta aparatur pemerintahan agar menandai zona merah pada daerah rawan bencana di Kota Tangerang Selatan, termasuk Kecamatan Serpong dan Setu.

Hal itu dia ungkapkan saat melakukan kunjungan kerja bersama anggota DPRD Kota Tangerang Selatan yang satu dapil, Rabu (8/1).  “Terlebih kedua kecamatan ini rawan terdampak dari adannya reaktor nuklir, pipa gas, banjir, longsor, kekeringan dan lain-lain,” ujar Paramitha. 
Menurutnya, peta bencana itu mesti komplit. Pemetaan tersebut, katanya, harus dikoordinasikan dengan komisi II, komisi IV dan OPD untuk menjadi prioritas. “Peta bencana bermanfaat sebagai panduan perencanaan pembangunan pemukiman dan pembangunan penanggulangan bencana, serta sosialisasi terhadap potensi bencana yang bisa terjadi.
Kunjungannya bersama anggota DPRD lainnya tersebut bertujuan untuk memantau kondisi dan mengevaluasi  dampak banjir yang terjadi pada selasa (31/12/2019) di RT 13 RW 005, Kelurahan Kranggan dan Perumahan Pesona Serpong, Kelurahan Kademangan .
Ketua RW 05 Kelurahan Kranggan menyampaikan bahwa banjir meluap sampai menutupi  atap rumah. Lurah Kranggan, Agus menyampaikan bahwa daerah yang terdampak banjir ini harus direlokasi karena tempatnya yang berdekatan dengan bibir sungai. 
Agus menambahkan, untuk beberapa wilayah Kecamatan Setu ini seharusnya dinyatakan sebagai daerah rawan bencana siaga 1. Ia berharap bisa disiapkan untuk tahap sosialisasi tanggap bencana, penanaman pohon dan normalisasi Sungai Cisadane.
Sementara itu, Lurah Kademangan Anhar yang dikunjungi rombongan mengatakan bahwa di Pesona Serpong luapan air Sungai Cisadane menutupi 250 rumah warga. Menurutnya, dalam jangka panjang perlu adanya pertimbangan untuk merelokasi perumahan ini. Hal ini karena diperlukan waktu dan proses yang cukup lama. Meski demikian, katanya, setidaknya ada langkah awal yaitu pembangunan turab dan sodetan Sungai Cisadane. 
Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Wisman, menjelaskan bahwa daerah ini akan masuk dalam rencana master plan pembangunan Tahun 2020. Menurutnya, daerah tersebut menjadi langganan banjir karena dikelilingi oleh Sungai Cisadane dan Sungai Cisalak yang arusnya bisa meluap ke daerah tersebut.
Solusi lainnya yang tak kalah pentingnya yaitu membangun sistem informasi terpadu terkait daerah tinggi permukaan air dan kerjasama antar daerah Kabupaten Bogor, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kota Tangerang. (FH)

Tinjau Paska dan Evaluasi Penanganan Banjir, Lintang Rosi dan Rombongan Sambangi Kantor Kelurahan Pisangan

Ciputat Timur — Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Tangerang Selatan dari dapil VI Ciputat Timur, Lintang Rosi Aryani beserta anggota fraksi lain sesama dapil menyambangi  Kantor Kelurahan Pisangan untuk mengetahui bagaimana proses dan penanganan bencana banjir yang menerjang wilayah Pisangan, Rabu (8/1)


Kelurahan Pisangan menjadi perhatian khusus tim karena daerah tersebut memiliki titik banjir terbanyak di dapil Ciputat Timur. Karena itu tim ingin memastikan apa saja yang sudah dilakukan aparat kelurahan, serta memastikan bagaimana kerjasama antara aparat kelurahan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sudah bekerja dengan baik.
Rombongan DPRD diterima Lurah Pisangan Apriliadhi Kusumah. Saat audiensi Apriliadhi memberikan data-data mengenai banjir yang terjadi dan agenda penanganannya. Dia menjelaskan ada lima titik terdampak banjir di Pisangan, yaitu Jl. H.Kipin RT 06/ RW 01, RW 09 Pondok Hijau, Jl. Mandor Baret RT 08/RW 07, Jl. Bungur RT 05/ RW 08, dan Komplek Legoso Permai  RT 04/ RW 11. 
“Banjir yang sempat terjadi di Kelurahan Pisangan bervariasi ketinggiannya, mulai dari yang setinggi mata kaki hingga setinggi lutut orang dewasa,” ujar Apriliadhi sembari menunjukkan foto-foto saat banjir dan paska banjir.
Menurutnya, penanganan bencana banjir yang sudah dilakukan pihak kelurahan antara lain membuat posko banjir untuk menampung bantuan dari masyarakat, peninjauan lokasi bencana bersama Camat dan anggota DPRD Kota Tangerang Selatan, membuat dapur umum, serta mendirikan Posko Kesehatan yang bekerjasama dengan Puskesmas Pisangan.


Banjir di awal tahun 2020 ini, lanjut Apriliadhi, juga menimbulkan dampak di beberapa titik Kelurahan Pisangan, antara lain terkikisnya aspal di RT 08 / RW 07, penumpukan sampah di RT 08 / RW 07, amblesnya musholla Al-Anwar di RT 06 / RW 01, aspal yang mengelupas di RT 06 / RW 09 Pondok Hijau, serta jebolnya turab di komplek Telkom Legoso. 
Pihaknya memberikan saran dan masukan kepada masyarakat sebagai langkah-langkah preventif terhadap banjir. Pertama, perlu adanya minimal satu perahu karet di Kelurahan Pisangan sebagai antisipasi yang nantinya bisa dengan cepat digunakan untuk evakuasi warga terkena dampak banjir. 
Kedua, perlu adanya revitalisasi tanggul di sekitaran Kali Pondok Hijau. Ketiga, perlu perbaikan dan pelebaran saluran air yang menyempit di sekitaran jl. Legoso Raya dan saluran air di RT 04 / RW 11. Terakhir, perlu adanya pembangunan pintu air dan pengerukan lumpur sepanjang Kali Pondok Hijau.
Lurah Pisangan tersebut juga mengeluhkan masih adanya komplek perumahan yang dibangun di tanah resapan tanpa seizin pemerintah daerah setempat. 
Terhadap aduan tersebut Lintang berharap aparat pemerintah untuk lebih tegas lagi dalam melarang pembangunan apa pun di tanah resapan maupun di sekitaran sungai atau situ. “Maka dari itu, juga perlu adanya pengecekan perizinan pembangunan perumahan dan tanah resapan tidak boleh dibangun, tanah tersebut harusnya dibeli sama pemerintah Kota Tangsel,” tandas Lintang. 
Lintang sepakat dengan usulan Apriliadhi untuk diadakan pembangunan sumur resapan di rumah-rumah warga dan pelatihan biopori untuk warga.
Apriliadhi mengapresiasi kunjungan rombongan anggota DPRD Kota Tangerang Selatan kali ini dan mengaku penanganan banjir di Kelurahan Pisangan sudah dilakukan secara baik dengan bekerja sama dengan OPD. “Untuk OPD sudah bekerja dengan maksimal dan tercepat bersama kami dalam menanggulangi banjir di Pisangan,” kata Apriliadhi. (NA)

Paramitha: Perlu Dibuatkan Zona Merah Untuk Daerah Rawan Bencana

Tangerang Selatan – Kota Tangerang Selatan (Tangsel) termasuk daerah rawan bencana, karena itu perlu dibuatkan tanda zona merah pada daerah rawan bencana terutama di Kecamatan Serpong dan Setu. 


Demikian dikatakan, Paramitha Messayu, Sekretaris Komisi II DPRD Kota Tangsel usai mengunjungi daerah yang terdampak banjir Daerah Pemilihan III Serpong-Setu, Rabu (8/1/2020) siang.

Menurutnya, dua kecamatan tersebut rawan bencana dan bisa terdampak dari adannya reaktor nuklir, pipa gas, banjir, longsor, kekeringan dan lain-lain. 

“Sehingga pembuatan tanda zona merah dan peta bencana  menjadi agenda prioritas Pemkot Tangsel," katanya.

Paramitha menjelaskan, peta bencana bermanfaat sebagai panduan perencanaan pembangunan pemukiman dan pembangunan penanggulangan bencana, serta sosialisasi terhadap potensi bencana yang bisa terjadi.

"Selain itu, Pemkot Tangsel juga harus punya strategi dan skenario penanganan bencana," jelasnya.

Paramitha mengaku akan membawa permasalahan tersebut ke Komisi II dan akan berkoordinasi dengan komisi IV dan OPD terkait untuk menjadi prioritas dan menjadi agenda bersama.

Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Wisman, mengakui bahwa daerah  Serpong dan Setu memang  daerah rawan banjir karena di kelilingi oleh Sungai Cisadane dan Sungai Cisalak yang arusnya bisa meluap ke daerah tersebut.

"Sehingga akan masuk dalam rencana masterplan pembangunan Tahun 2020 ," ungkapnya.

Wisman juga berjanji akan membangun sistem informasi terpadu terkait daerah tinggi permukaan air dan kerjasama antar daerah Kabupaten Bogor, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kota Tangerang.

Relawan PKS Evakuasi Korban Banjir di Ciputat

Written By Admin on Rabu, 01 Januari 2020 | 16.00

CIPUTAT -- Relawan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ciputat, Tangerang Selatan menerjunkan 10 tim relawan untuk membantu mengevakuasi warga yang terdampak banjir di Perumahan Ciputat Baru, Sawah, Ciputat, sejak Rabu (1/1/2020) pagi.


Maulana, Kordinator Relawan PKS Ciputat mengatakan, di Kecamatan Ciputat ada delapan titik lokasi banjir, tapi lokasi yang paling memprihatinkan adalah Perumahan Ciputat Baru.

"Ketinggian air banjir mencapai 1,5 meter," katanya saat ditemui di Posko PKS Ciputat, Rabu sore.

Dengan bermodalkan satu unit perahu karet, Maulana bersama relawan PKS lainnya menyisir komplek perumahan untuk mencari warga yang membutuhkan evaluasi. Menurutnya, sebanyak 100 warga yang sudah dievakuasi.

"Rata-rata mereka adalah para ibu, anak-anak, dan manula," ujarnya.

Selain evakuasi korban, relawan PKS Ciputat juga mendiskusikan nasi box untuk makan siang dan makan malam warga yang terdampak banjir.

Banjir melanda dibeberapa wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), akibat intensitas hujan sejak malam tahun baru hingga Rabu pagi (1/1/2020) menyebabkan banjir di sejumlah Kecamatan seperti Serpong Utara, Pondok Aren, Ciputat Timur, dan Setu.

Hingga malam ini, relawan PKS masih berjaga di Posko Banjir PKS untuk memantau Kondisi wilayah yang terkena banjir.*(cip)

Dini Hari, Ketua DPW PKS Banten Masih Tinjau Lokasi Banjir

Kamis (2/1/2020) pukul 02.00 dini hari, Sanuji Pentamarta tiba di Posko Relawan PKS di Villa Mutiara, Pondok Jagung Timur, Serpong Utara, Tangerang Selatan.


Sanuji datang ke posko relawan PKS dengan didamping Ketua DPD PKS Kota Tangsel, Agus Winarjo bersama jajaran.

Kedatangan Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Banten tersebut untuk memastikan Relawan PKS masih siaga di lokasi banjir.

"Walau debit air udah mulai surut, relawan PKS harus tetap siaga di posko," katanya usai berbincang di posko relawan PKS.

Sanuji mengatakan, setelah pasca banjir PKS akan menyiapkan kebutuhan warga yang terdampak pasca banjir seperti makan siap saji, pelayanan kesehatan, menbantu bersih-bersih lingkungan terutama sarana umum seperti masjid, mushola, dan majelis taklim.

"Saya lihat kebutuhan mendesak bagi warga Villa Mutiara adalah sarana air bersih dan makanan karena disini masih mati listrik," ujarnya.

Sanuji juga menghimbau kepada semua Pemerintah Daerah di Banten yang terdampak banjir untuk memimpin penanggulangan bencana ini.

"Pemda harus memimpin penaggulangan bencana, mengkonsolidasikan semua stakeholder yang terkait dengan kebencanaan untuk memetakan dan mendata yang dibutuhkan warga sehingga bantuan tepat sasaran," jelas pria asli Banten ini.

Selain itu, lanjut Sanuji, Pemda juga harus punya skenario rencana apa saja yang akan dilakukan hari ini dan hari berikutnya hingga semua permasalahan warga yang terdampak banjir bisa terselesaikan.

Secara maraton, dengan membawa mobil sendiri tanpa pengawalan, Ketua DPW PKS Banten meninjau lokasi banjir di empat wilayah Kota dan Kabupaten di Banten yakni Lebak, Kota Tangsel, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang.

Kamis (2/1) usai subuh ini hingga siang Sanuji melanjutkan perjalanan ke Kota Tangerang, dan  lanjut ke Kabupaten Tangerang hingga sore. "Lelah tapi mengasikan," pungkasnya singkat.**(cip)

Jadi Relawan, Aleg PKS Bantu Korban Banjir Di Tangsel

Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel)  turut menjadi relawan PKS mendistribusikan bantuan ke sejumlah wilayah yang terdampak banjir di Kota Tangsel.


"Tadi sore kami bersama relawan PKS membagikan nasi kotak ke warga yang masih bertahan di rumah-rumah karena terisolasi banjir,"  kata Mustopa, Wakil Ketua DPRD Kota Tangsel usai meninjau lokasi banjir, Rabu (1/1/2020) sore.

Mustopa mengatakan, kondisi banjir di perumahan Maharta, Pondok Kacang Timur, Pondok Aren cukup memprihatinkan, hingga Rabu sore ketinggian air mencapai dada orang dewasa.


"Logistik yang diperlukan sementara ini makanan, obat-obatan, dan alat kebersihan untuk membersihkan rumah dan lingkungan," jelas politisi PKS ini.

Di lokasi berbeda, Paramitha Messayu, Aleg PKS dari Dapil Kecamatan Serpong-Setu sejak Rabu (1/1) pagi juga bergegas meninggalkan rumah untuk meninjau lokasi banjir dan bergabung bersama relawan PKS lainnya.

"Kami meninjau lokasi banjir di beberapa wilayah Serpong dan Setu seperti Perumahan Pesona Serpong, Kademangan Setu, Citra Prima Serpong, dan Kranggan Setu," ujarnya.


Menurutnya, perumahan Pesona Serpong terdampak banjir cukup memprihatinkan, perumahan yang terletak di bantaran sungai Cisadane ini tergenang sampai atap rumah. 

"Banyak pintu rumah warga yang jebol, dokumen penting hanyut, dan harta benda hilang. Maka, pemerintah kota harus berperan bukan hanya saat bencana banjir juga dilanjutkan pasca bencana," terang Sekretaris Komisi II ini.

Di lokasi tersebut, Paramitha juga membagikan makanan untuk warga yang terdampak banjir.

Paramitha juga meminta ke Pemkot Tangsel bahwa revovery pasca bencana banjir harus juga menjadi perhatian Pemkot TangSel dalam periode banjir saat ini. 

Agus Puji Rahardjo, Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Tangsel dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Serpong Utara juga meninjau lokasi banjir di Villa Mutiara, Pondok Kacang Timur, Serpong Utara.

"Dampak banjir di lokasi ini juga parah banyak mobil yang terendam air banjir," ujarnya.

Menurut Agus, penyebab banjir di perumahan villa Mutiara karena luapan air dari Kali Angke yang terjadi sekitar pukul 06.00 pagi.

"Saat ngobrol dengan warga, luapan air dari Kali Angke cukup cepat meninggi hingga membanjiri semua semua perumahan Villa Mutiara," jelasnya.

Tak ketinggalan, Hendra Alamsyah, Aleg PKS dari Dapil Kecamatan Ciputat juga turut mengevakuasi warga dengan perahu karet relawan.

Banjir melanda dibeberapa wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), akibat intensitas hujan sejak malam tahun baru hingga Rabu pagi (1/1/2020) menyebabkan banjir di sejumlah Kecamatan seperti Serpong Utara, Pondok Aren, Ciputat Timur, dan Setu.

Hingga malam ini, relawan PKS masih bertahan di Posko Banjir PKS untuk memantau Kondisi wilayah yang terkena banjir.*(cip)

Relawan Pandu Keadilan Distribusikan Makanan Ke Lokasi Banjir Tangsel

TANGSEL -- Relawan Pandu Keadilan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendistribusikan 1.000 nasi box ke sejumlah lokasi banjir di Tangsel.

Pak RW 011 Villa Mutiara, Abdillah (jas hujan biru) menerima bantuan 700 nasi bungkus dari relawan Pandu Keadilan
"Sejak pagi, kami sudah bergerak mengirim relawan tanggap bencana ke beberapa kecamatan yang terdampak banjir untuk melakukan evakuasi," kata Romi, Kordinator Relawan Tanggap Bencana Pandu Keadilan DPD PKS Kota Tangsel, Selasa (1/1/2020).

Romi mengatakan, menjelang siang Relawan Pandu Keadilan juga membagikan 1000 nasi bungkus untuk makan siang dan malam bagi para korban banjir.

"Makanan dan minuman tersebut kami distribusikan ke empat kecamatan yakni Serpong Utara, Pondok Aren, Ciputat Timur, dan Setu," ujarnya.

Selain makanan, Relawan Pandu Keadilan juga mendistribusikan obat-obatan dan genset ke Kecamatan Serpong Utara dan Setu.

"Dua wilayah ini yang paling parah terdampak banjir," jelas Romi.

Intensitas hujan sejak malam tahun baru yang cukup panjang di wilayah Kota Tangsel menyebabkan banjir di sejumlah Kecamatan seperti Serpong Utara, Pondok Aren, Ciputat Timur, dan Setu.

"Alhamdulillah, Kecamatan Serpong Utara dapat jatah 700 nasi bungkus yang dibagikan ke warga Villa Mutiara, Pondok Jagung Timur," ungkap Hendriyanto, Sekretaris DPC PKS Serpong Utara.

Abdillah Nusuki Sadar, Ketua RW 011 Villa Mutiara berterima kasih kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS) karena sejak pagi baru PKS yang masuk untuk memberi bantuan. Pak RW juga menyarankan agar PKS membuka posko di balai warga.

"Partai yang peduli ya PKS," ungkapnya.

Hingga malam ini tim relawan PKS masih mendistribusikan bantuan makan malam dan bersiaga di seluruh titik banjir sampai memastikan keadaan aman.**(cip)
 
Copyright © 2015. PKS Kota Tangerang Selatan
Proudly powered by Blogger