.. Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

"Terus Terang Kami Cemburu Karenanya..." Oleh Lutfi Abi Rantisi

Written By Admin on Senin, 12 April 2021 | 19.16


Sabtu kemarin, 10 April 2021, cuaca begitu cerah. Tempat acara juga teduh. Tetapi Ibu-ibu yang datang di sanggar ini tidak bisa menyembunyikan kesedihan mendalam. Beberapa ibu-ibu bahkan sempat menyeka air mata yang mulai menggenang di sudut matanya.

Ikut kursus kerajinan tangan, bagi ibu-ibu SPKK PKS Ciputat Timur ini mungkin menjadi hal yg biasa diikuti. Tetapi kali ini agak berbeda, karena tiba-tiba mereka harus merasakan bagaimana rasanya kehilangan indera penglihatan.

Instruktur kursus, 𝗡𝘂𝗿𝗺𝗮 𝗔𝗺𝗮𝗹𝗶𝗮 adalah seorang tuna netra. 7 tahun lalu mengalami kerusakan pada syaraf retinanya. Sejak itu ia tidak bisa merasakan lagi bagaimana indahnya alam terbuka.


Bisa Anda bayangkan bagaimana rasanya ketika tiba-tiba sekeliling kita mendadak gelap gulita. Putus asa, perasaan tak berharga, sedih, marah campur aduk berkecamuk. Tetapi, ia bisa melewati beratnya tekanan itu. Bahkan sekarang, keterbatasannya menjadi kelebihan tersendiri baginya dengan memiliki kepekaan hati yang lebih terasah.

Dengan telaten dan percaya diri, gadis cantik berwajah oval itu mengajar kerajinan membuat Tas ala Jepang tanpa jahitan. Ibu-ibu peserta kursus itu juga ditutup matanya. Inilah yg memantik drama kesedihan, karena sambil berlatih mereka jadi ikut merasakan bagaimana menjadi seorang Nurma Amalia.

Yang makin membuat terharu, saat barang kerajinan jadi, seorang ibu berujar, “bagus banget!” Gadis instruktur ini berulang-ulang bertanya, “Seperti apa bu?” Padahal bisa bagus begitu, ia sendiri yang mengajarkannya.

Nurma Amalia adalah bukti bahwa kaum disabilitas tidak berbeda dengan kita, bahkan memiliki keunggulan tersendiri dalam menjalankan kehidupannya. Keterbatasan membuat mereka lebih kuat, lebih kreatif dan lebih survive.

Wanita yang terlihat fotogenik saat difoto ini punya banyak keahlian membuat kerajinan tangan. Ia berkhidmat di Yayasan Puspa Indah yg diasuh oleh Ibu Sri Rahayu

Hari itu Yayasan Puspa Indah bermitra dengan SPKK PKS Ciputat Timur mengadakan kursus kerajinan tangan. Selain untuk melatih peserta agar memiliki keahlian yang produktif juga menjadi bukti empati SPKK PKS Ciputat Timur yang diketuai Ibu Nurjanah dalam memberikan perhatian kepada para penyandang disabilitas


Terus semangat ya mbak Nurma Amalia..! Terima kasih sudah mengajarkan kami bagaimana menjadi manusia, dan bagaimana bisa lebih bersyukur atas apa-apa yg kami jalani dalam kehidupan ini.

Terus terang, kami cemburu. Cemburu dengan semangat hidupmu. Cemburu karena meski di matamu tidak tampak cahaya, tetapi Allah, Tuhan Yg Maha Pemurah itu sendiri yang telah meletakan cahaya itu di hatimu... (Lutfi)

"Kangen..." Oleh Aida Romayanti

Percayalah padaku..
Akupun rindu kamu..
Ku akan pulang...
Melepas semua...kerinduan..

Lagu ini menjadi pengiring kepulangan saya bersama suami, dari acara grand launching "Teras Tangsel."

Acaranya seru, banyak kuliner kekinian yang gratis disajikan gratis. Selain itu hadir juga para millenial sukses yang didaulat sebagai pembicara pada agenda talkshow bisnis dimasa pandemi.

Acara yang dikemas ala-ala kekinian, mengangkat tema "kolaborasi untuk negeri". Diksi kolaborasi lagi naik daun, setingkat di atas narasi, dan hampir menyamai kata gemoy.

Hilir mudik muda-mudi di arena acara menjadi pemandangan menarik tersendiri di lokasi itu. Hanya berjarak beberapa puluh meter berdiri tegak gedung kembar kantor DPD PKS Tangsel.

Sejak diresmikan akhir Februari lalu, memang kawasan ini ditujukan untuk dijadikan pusat kegiatan masyarakat Tangsel.



Area depan dibangun musholla dan kafe kontainer yang saling berhadap-hadapan, seolah-olah saling siap berkolaborasi. PKS sebagai partai Islam, memang sedang membuka diri, dengan wajah yang lebih fresh, coba merayu generasi millenial masuk menikmati sajian baru.

Reborn mungkin kata ini mewakili semangat jiwa muda di PKS, yang lahir kembali. Pada era yang lalu PKS memang pernah jadi partai anak muda, dulu pernah muda.

Kini PKS siap merebut suara millenial, catet ya guys, merebut suara - bukan hati :) . PKS itu 'kan partai, bukan pentas drakor. Sekarang dengan menampilkan warna dan sajian yang baru, mudah-mudahan jalan menuju ke sana semakin terbuka.
.
Oh iya guys, lagu diatas judulnya Kangen di populerkan oleh Dewa 19. Mungkin warga +62 sudah kangen dengan geliat PKS di pentas negeri, dengan ide dan gagasan yang bisa mencerahkan suasana saat ini.

Catatan pengunjung grand launching Teras Tangsel 

PKS akan Lantik Pengurus DPC dan DPRA Kecamatan Pamulang

Written By Admin on Jumat, 26 Maret 2021 | 02.51

Dewan Pengurus Tingkat Daerah (DPTD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Pamulang akan  melantik 24 pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC) dan pengurus Dewan Pengurus Ranting (DPRA) yang ada di kecamatan Pamulang Tangsel pada Sabtu 27 Maret  2021 mendatang.


Acara Pelantikan ini akan digelar di Pendopo H Bekan RT 04/03, Serua permai, Benda baru, Pamulang Tangerang Selatan.


Sebelumnya pengurus DPC PKS Pamulang melalui ketua DPC, Dipl. Ing Tribudi Setyawan dan sekjen, Dendi Sutendi, S. Kom melakukan silahturahmi kepada Camat pamulang 24/3/2021 di Kantor kecamatan pamulang.   


Acara Pelantikan yang diharapkan bisa dihadiri oleh Camat pamulang ini ternyata tidak dapat hadiri Beliau.  Ditemui saat silaturahmi dengan Ketua DPC Pamulang Tribudi setiawan mengatakan  camat pamulang mengkonfirmasi tidak bisa hadir karena ada agenda lain.  


Menurut Tribudi, kunjungan DPC ke Kecamatan Pamulang adalah dalam rangka membangun komunikasi yang baik dengan jajaran Muspida setempat. 


"Intinya pak Camat senang adanya komunikasi dengan Dewan dan Partai Politik yang ada di wilayahnya. Bukan hanya satu tapi semuanya. Karena komunikasi bisa meredakan perbedaan pandangan menjadi kerjasama," ujar Tribudi.

Kunjungi Kantor Kecamatan Pamulang, PKS Dapat Arahan Jalin Kerukunan Antar Ormas

Written By Admin on Rabu, 24 Maret 2021 | 23.25

Pasca pelantikan, para pengurus PKS Pamulang jalin silaturahim. Tak tanggung, Camat Mukroni pun di sambangi


Kunjungan silaturahim sudah menjadi kebiasan PKS ke berbagai sektor lini kemasyarakatan, kali ini kantor kecamatan pamulang menjadi sasarannya. Setelah menyatakan diri sebagai partai terbuka rahmatan lil'alamiin. Hubungan mesti terjalin baik, oleh siapapun dan dari manapun. 

Begitupun PKS Pamulang, setelah dilantik, Tri Budi Setyawan selaku ketua PKS Pamulang tancap gas mengunjungi para pemangku jabat di wilayah setempat. Para Pengurus PKS yang juga warga pamulang, mendatangi Camatnya, H. Mukroni.

Bersama para BPH (Badan Pengurus Harian) serta Ketua Komisi I DPRD Tangsel, H. Ali Rahmat, mengunjungi kantor siliwangi. Mereka niatkan baik bertamu dan silaturahim. kehadiran para rombongan tak lain ingin memperkenalkan pengurus PKS Pamulang yang baru saja di lantik pekan kemarin. kedatanganpun, disambut hangat oleh  Camat Pamulang, H. Mukroni, SE beserta staf. Sajian teh hangat beserta jajanan pamulang menambah ramai pertemuan di siang hari (24/3). 

Obrolan seputar Pamulang tak lepas dari komunikasi yang berkembang. Begitu cair, seolah kedua institusi ini saling kenal. "Bagaimanapun, saling jaga kesehatan dan jalin kerukunan antar ormas adalah hal penting untuk kita perhatikan di wilayah kita", ujar camat yang dilantik Agustus 2020 itu.  

Adapun pengurus terpilih PKS Pamulang terpilih yaitu Tri Budi Setyawan (Ketua), Dendi Sutendi (Sekretaris), Dhon Subeno (Bendahara), Fahrurozi (Kaderisasi) dan Fajriyati NH (Sie Ketahanan Keluarga).

Tim Humas DPD PKS Tangsel

The Future Is Now


Terkadang Saya kurang setuju istilah "Pemuda adalah Pemimpin Masa Depan", karena di masa depan pemuda itu sudah tua. Terlebih jika kalimat itu diungkapkan oleh orang tua dengan maksud, "kamu diam saja, sekarang bagian saya. Kamu nanti saja nunggu giliran."


Jika pemuda hanya pemimpin masa depan, maka tidak akan ada sejarah Usamah bin Zaid yang menjadi panglima perang di usia 17 tahun; Tidak akan ada kisah Imam Syafi'i yang menjadi mujaddid dalam usia belia; tidak akan ada juga sejarah Muhammad Al Fatih yang menaklukkan Konstantinopel di usia 24 tahun.


Bagi pemuda, untuk menjadi pemimpin tidak harus menunggu masa depan karena bagi pemuda, masa depan adalah saat ini. Pemuda sejati pun memahami kepemimpinan sejatinya adalah AKSI, bukan POSISI. Maka, apapun posisinya, pemuda bisa menjadi pemimpin dengan aksi/amal unggulan yang dilakukannya, saat ini juga.


Ya, pemuda adalah pemimpin masa kini juga. Maka jangan menanti masa depan untuk hal-hal yang bisa kita lakukan saat ini, termasuk urusan kepemimpinan. Setiap pemuda bisa menjadi pemimpin saat ini apapun dan di manapun posisinya. Mari saat ini juga bersama-sama wujudkan amal unggulan sebagai bentuk aksi kepemimpinan pemuda, karena bagi pemuda "The Future is Now!"


Presiden Gema Keadilan

Dr Indra Kusumah

PKS Pondok Aren Merefreshkan Diri Saat Pelantikan

Written By Admin on Senin, 22 Maret 2021 | 02.55


Acara pelantikan pengurus DPC PKS Pondok Aren di hari ahad, 21 Maret 2021. Kegiatan dilakukan secara offline dengan memperhatikan protokol kesehatannya.

H. M. Yusuf Sachiro, Lc yang juga masih muda terpilih sebagai Ketua DPC, pelantikan dihadirin pengurus DPD PKS Tangsel, Dadang Darmawan selaku ketua dn juga beserta jajarannya.

Acara dimeriahkan dengan prosesi palang pintu sebagai bentuk apresiasi PKS terhadap kebudayaan betawi.

Tagline PKS refresh merupakan bentuk kreatifitas para pengurusnya untuk mewujudkan pondok aren lebih refresh selalu dalam berjuang untuk rakyat. Termasukpun dominasi para pemuda dalam kepanitiaan.
 

Resmikan Gedung Baru, Pengurus Baru PKS Tangsel Siap Gas Pol

Written By Admin on Selasa, 23 Februari 2021 | 03.59

TANGSEL — Setelah beberapa waktu lalu mengunjungi Airin di Balaikota Tangsel, kini kepengurusan baru PKS Tangsel menggebrak dengan acara Peresmian Gedung Baru dan Pelantikan Pengurus Majelis Pertimbangan Daerah (MPD), Dewan Etik Daerah (DED) serta Kepengurusan lengkap DPD PKS Tangsel periode 2020-2025 yang dilantik langsung oleh Ruhamaben selaku Sekretaris DPW PKS Provinsi Banten, pada hari Minggu (21/2).




Dalam acara yang mengusung tema PKS Tangsel Reborn ini, turut dihadiri oleh Walikota Tangsel Airin serta Wakil Walikota Tangsel sekaligus Walikota Terpilih Banyamin Davnie, juga para anggota dewan dari PKS yakni Mulyanto anggota DPR RI, Budi Prayogo, Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten dan Mustopa, Wakil Ketua DPRD Kota Tangsel beserta seluruh jajaran Fraksi PKS DPRD Kota Tangsel lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua baru DPD PKS Kota Tangsel Dadang Darmawan menyatakan bahwa acara hari ini bernilai sangat strategis bagi partainya. “Dengan renovasi terhadap Gedung Kantor DPD serta dilantiknya kepengurusan baru PKS Tangsel, kami ingin menampilkan semangat baru yang siap gaspol untuk semakin kokoh melayani rakyat,” tegasnya.

Selain itu, Dadang menambahkan bahwa PKS Tangsel punya target besar dalam Pemilu 2024 kelak. “Yakni dengan bertambahnya jumlah kursi legislatif dari jumlah yang sudah ada,” ungkap politisi asal Pamulang ini.

Sementara itu, Walikota Airin dan Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie dalam sambutannya kompak menyatakan apresiasinya atas kegiatan hari ini. Baik Airin maupun Benyamin menyatakan selamat atas renovasi Gedung Baru-nya serta kepengurusan baru PKS Tangsel.

Airin menyatakan bahwa PKS adalah mitranya selama 10 tahun memimpin Tangsel. “Baik PKS maupun Pemkot Tangsel sesunguhnya punya visi yang sama, yakni untuk seoptimal mungkin melayani rakyat,” ujarnya.

Mustopa, Wakil Ketua DPRD Kota Tangsel yang hadir dalam acara tersebut menambahkan, setelah pelantikan ini, PKS Kota Tangsel akan segera melakukan konsolidasi struktur hingga tingkat kelurahan sehingga target yang ditentukan pengurus baru bisa tercapai.

“Saya merasakan optimisme yang besar. Dengan kesolidan di seluruh jajaran pengurus baru ini sampai ke tingkat bawah, akan menjadi bekal untuk semakin kokohnya partai dan tercapainya kemenangan PKS di 2024.” imbuh politisi PKS ini.

Acara yang berlangsung sejak pagi sampai sore hari ini berlangsung dengan meriah. Dalam acara yang menerapkan protokol kesehatan ketat ini, juga turut ditampilkan berbagai stand UMKM binaan dari PKS Tangsel mulai dari makanan sampai produk fashion.

—————–
Tim Humas DPD PKS Kota Tangsel

Fraksi PKS DPRD Tangsel Sayangkan Kerumunan Massa Akibat Pembagian BST

Written By Admin on Rabu, 03 Februari 2021 | 21.37


Tangsel -- Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyoroti kerumunan massa saat pembagian bantuan sosial tunai (BST) yang terjadi di beberapa kelurahan di Tangsel, kemarin (12/1/2021).

Sekretaris Fraksi PKS DPRD Kota Tangerang Selatan, dr. Shinta W. Chairuddin sangat menyayangkan adanya kerumunan yang terjadi akibat pembagian BST tersebut. Karena , kerumunan itu terjadi disaat bersamaan pemerintah pusat maupun daerah tengah mengetatkan kebijakan tentang pencegahan dan pemberantasan pandemi Covid-19 melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).




"Saya sangat prihatin dan menyesalkan soal pembagian BST yang mengundang kerumunan massa di Kelurahan Kedaung khususnya, padahal di kelurahan lain ada yang bisa dilakukan dengan tertib dan baik. Ini berarti kurang sensitifnya para pelaksana di lapangan terhadap kebijakan pemerintah kota yang strich dalam melawan Covid-19,” kata Shinta.

Karena itu, dalam menanggapi persoalan itu, Shinta meminta Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany melakukan evaluasi dan ketegasan. Sebab, kata dia, jika tidak mendapat teguran keras, dikhawatirkan kasus serupa akan berulang.

“Selain itu, kami meminta Pemkot untuk melakukan tracing untuk mencegah penyebaran virus Corona terhadap mereka yang hadir dalam pembagian BST tersebut,” tegasnya.

Alasan verifikasi faktual yang menyebabkan terjadinya kerumunan massa yang dilontarkan pejabat terkait, menurut Shinta, tidak bisa dibenarkan. “Itu tidak sesuai dengan komitmen pemerintah dalam memberlakukan kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat. Bagaimanapun kerumunan massa sangat beresiko tinggi terhadap penyebaran Covid-19 akhir-akhir ini,” terangnya.

Pihaknya menilai pelaksana kebijakan kurang inovatif. Seharusnya, tambah dia, mereka dapat melakukan pembagian BST dengan cara-cara yang efektif, efisien, dan aman.
“Misalnya dengan jemput bola, dimana petugas dari kelurahan dan kantor Pos dan Giro menyerahkan bantuan langsung ke kediaman penerima. Atau jika dikumpulkan mesti ada jadwal pengambilan dengan pembatasan peserta yang hadir serta tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” terangnya.

Meski demikian, dengan adanya kerumunan dalam pembagian BST, Shinta berharap Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Tangsel Wahyunoto Lukman dan kecamatan sebagai leading sector, diperintahkan untuk melakukan koordinasi yang lebih baik dan menemukan akar masalah dari temuan tersebut.

PSBB Dilanjutkan, Fraksi PKS Akan Kawal dan Awasi Anggaran Bansos

Written By Admin on Rabu, 06 Mei 2020 | 00.15

Setu—Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka penanganan Covid-19 di wilayah Kota Tangerang Selatan telah diberlakukan kembali terhitung mulai Sabtu (2/5/2020). Keputusan ini diambil berdasarkan hasil evaluasi Pemkot Tangerang Selatan terhadap penerapan PSBB tahap satu selama dua pekan sebelumnya. 


Fraksi PKS sangat menyayangkan keterlambatan pemberian bantuan sosial terhadap warga yang terdampak langsung wabah covid 19, terutama beban perekonomian mereka yang semakin berat. Untuk itu, pada tahap yang kedua ini, Pemkot diminta  segera merealisasikan bantuan  percepatan penanganan dampak  Covid-19 secara meluas dan tepat sasaran.

“Pemkot melalui Dinas Sosial tanggal 5 Mei berjanji menyalurkan bantuan sosial untuk 5.300 warga yang terdampak virus Corona Covid-19. Mudah-mudahan tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran karena bantuan tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Mereka benar-benar membutuhkan bantuan dari Pemerintah Kota dalam situasi seperti ini,” ujar Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Tangerang Selatan Sri Lintang Rosi Aryani. 

Menurut Lintang, masalah utama tersendatnya bansos adalah soal data yang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. “Warga yang termasuk dalam kategori sesuai kriteria yang inginkan Kemensos itu sulit didapatkan di lapangan, padahal hampir semua warga terkena dampaknya,” katanya, seraya berharap Pemerintah Pusat dapat menyederhanakan mekanisme penyaluran bansos.   

Di tingkat daerah Lintang juga berharap Pemkot melakukan diskresi dengan pengawalan aparat, termasuk juga pentingnya melakukan sosialisasi secara masif  tentang siapa saja yang berhak menerima bantuan dari berbagai sumber itu agar terjadi pemerataan. “Pekerja maupun wirausaha hampir semuanya terkena imbasnya, pendapatan mereka menurun, bahkan ada yang sangat drastis, sehingga mereka ini juga perlu dibantu,” katanya. 

Pemkot, lanjut Lintang, mesti bijak serta berhati-hati dalam menentukan warga yang berhak mendapatkan bantuan. Sebab, lanjutnya, bantuan yang sudah dianggarkan oleh Pemkot Tangerang Selatan jangan sampai menimbulkan kecemburuan sosial dan menambah masalah baru. “Pemerintah harus memperhatikan aspek keakuratan data penerima bantuan. Sebab, semua data dan pelaksanaan distribusinya akan diawasi oleh publik. Akuntabilitas dan transparansi anggaran mesti betul-betul diperhatikan,” ujarnya.   

Fraksi PKS dan Komisi-komisi terkait, kata Lintang, akan mengawal dan mengawasi realokasi bantuan sosial, baik yang bersumber dari Kemensos, Pemerintah Provinsi, maupun dari APBD Kota Tangerang Selatan. “Kami akan mengawal pemanfaatan bantuan di lapangan sehingga tepat sasaran dan tujuan,” tandasnya. 

Anggota Fraksi PKS yang duduk di Komisi II Hj. Shanty Indriaty juga berharap bantuan-bantuan sosial, baik dari Pusat, Provinsi, CSR dan Pemkot, segera didistribusikan sesuai dengan waktu yang telah dijanjikan. “Perlu sinergisitas antara Pemerintah Pusat, Provinsi dan Daerah dalam penyaluran bansos ini karena Anggaran untuk penangan  dampak wabah Covid-19 tidak sedikit,” tuturnya. *
 
Copyright © 2015. PKS Kota Tangerang Selatan
Proudly powered by HUMAS_PKS_TANGSEL