Di Tengah Kembara, 220 Peserta PKS Tangsel Dapat Sajian Durian

Peserta Kembara PKS Tangsel menikmati durian yang disediakan panitia

Bogor, 24 Agustus 2026 — Suasana santai mewarnai pelaksanaan Kembara (Kemah Bela Negara) PKS Kota Tangerang Selatan di kawasan Gunung Halimun Salak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Di sela rangkaian kegiatan, panitia menyediakan durian untuk dinikmati bersama oleh 220 peserta.

Durian yang sengaja disediakan panitia menjadi salah satu sajian yang menarik perhatian peserta. Setelah mengikuti berbagai aktivitas, peserta terlihat menikmati buah tersebut bersama-sama dalam suasana yang lebih santai dan akrab.

Momen makan durian menjadi selingan yang menyenangkan di tengah padatnya rangkaian Kembara. Peserta dapat berbincang, bercanda, dan menikmati waktu bersama sebelum kembali mengikuti agenda berikutnya.

Ketua Panitia Kembara PKS Tangsel, Jamaludin, mengatakan penyediaan durian merupakan bagian dari upaya panitia menghadirkan suasana yang menyenangkan bagi peserta selama mengikuti kegiatan.

“Kami memang menyediakan durian untuk peserta sebagai bagian dari sajian selama Kembara. Setelah mengikuti rangkaian kegiatan, kami ingin peserta punya waktu untuk santai, menikmati makanan bersama, sekaligus membangun keakraban,” ujar Jamaludin.

Menurut Jamaludin, momen makan bersama seperti ini menjadi bagian kecil yang melengkapi pengalaman peserta selama mengikuti Kembara.

Bukan hanya materi dan aktivitas yang menjadi cerita dari Kembara tahun ini. Sajian durian yang dinikmati bersama juga menjadi salah satu momen sederhana yang membuat suasana kegiatan semakin hangat dan penuh kebersamaan.

PKS Tangsel Gelar Kembara di Gunung Halimun Salak, 220 Peserta Ikuti Pembekalan Bela Negara

Peserta Kembara PKS Tangsel mengikuti kegiatan Kemah Bela Negara di Gunung Halimun Salak

Bogor, 24 Agustus 2026 — PKS Kota Tangerang Selatan menyelenggarakan Kembara (Kemah Bela Negara) di kawasan Gunung Halimun Salak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 21–23 Agustus 2026. Kegiatan yang diikuti 220 peserta tersebut menjadi sarana pembekalan karakter, kepemimpinan, kedisiplinan, serta semangat bela negara.

Selama tiga hari, peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan dan pembekalan, mulai dari Peraturan Baris-Berbaris (PBB), bela negara, bela diri praktis, pertolongan pertama (first aid), pola hidup sehat, hingga kepemimpinan.

Kegiatan juga diisi dengan qiyamullail serta materi kemasyarakatan dan kearifan lokal. Beragam materi tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman dan pembekalan yang dapat diterapkan peserta dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua Panitia Kembara PKS Tangsel, Jamaludin, mengatakan kegiatan ini tidak sekadar menjadi aktivitas berkemah, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter dan kesiapan peserta dalam menjalankan peran di tengah masyarakat.

“Kembara ini bukan sekadar kegiatan berkemah. Kami ingin peserta mendapatkan pengalaman dan pembekalan yang membentuk kedisiplinan, kepemimpinan, kepedulian terhadap sesama, serta semangat bela negara,” ujar Jamaludin.

Berbeda dengan pelaksanaan Kembara sebelumnya yang digelar di wilayah Kota Tangerang Selatan, tahun ini panitia memilih kawasan Gunung Halimun Salak sebagai lokasi kegiatan. Menurut Jamaludin, pemilihan lokasi di alam terbuka dilakukan untuk memberikan pengalaman yang berbeda sekaligus meningkatkan tantangan fisik bagi peserta.

“Kami ingin ada suasana yang berbeda dari Kembara sebelumnya. Latihan di alam terbuka memberikan tantangan fisik yang lebih terasa, sekaligus melatih ketahanan, kemandirian, dan kekompakan peserta,” kata Jamaludin.

Selain menjadi bagian dari pembentukan karakter dan latihan fisik, pemilihan lokasi di kawasan pegunungan juga diharapkan memberikan suasana yang lebih segar bagi peserta. Kegiatan di alam terbuka menjadi kesempatan untuk sejenak keluar dari rutinitas, menikmati suasana alam, sekaligus membangun keakraban antarpeserta.

“Di sisi lain, ini juga menjadi kesempatan untuk refreshing. Setelah menjalani berbagai aktivitas dan rutinitas, peserta bisa menikmati suasana alam, sehingga kegiatan tetap serius dalam pembekalan, tetapi juga menyenangkan,” ujar Jamaludin.

Dengan memadukan pembekalan, latihan fisik, kegiatan keagamaan, pengalaman di alam terbuka, serta kebersamaan, Kembara diharapkan dapat menjadi pengalaman yang berkesan sekaligus memberikan bekal bagi peserta untuk berkontribusi di tengah masyarakat.