Skip to content

PKS Tangsel Gelar Kembara di Gunung Halimun Salak, 220 Peserta Ikuti Pembekalan Bela Negara

Peserta Kembara PKS Tangsel mengikuti kegiatan Kemah Bela Negara di Gunung Halimun Salak

Bogor, 24 Agustus 2026 — PKS Kota Tangerang Selatan menyelenggarakan Kembara (Kemah Bela Negara) di kawasan Gunung Halimun Salak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 21–23 Agustus 2026. Kegiatan yang diikuti 220 peserta tersebut menjadi sarana pembekalan karakter, kepemimpinan, kedisiplinan, serta semangat bela negara.

Selama tiga hari, peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan dan pembekalan, mulai dari Peraturan Baris-Berbaris (PBB), bela negara, bela diri praktis, pertolongan pertama (first aid), pola hidup sehat, hingga kepemimpinan.

Kegiatan juga diisi dengan qiyamullail serta materi kemasyarakatan dan kearifan lokal. Beragam materi tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman dan pembekalan yang dapat diterapkan peserta dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua Panitia Kembara PKS Tangsel, Jamaludin, mengatakan kegiatan ini tidak sekadar menjadi aktivitas berkemah, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter dan kesiapan peserta dalam menjalankan peran di tengah masyarakat.

“Kembara ini bukan sekadar kegiatan berkemah. Kami ingin peserta mendapatkan pengalaman dan pembekalan yang membentuk kedisiplinan, kepemimpinan, kepedulian terhadap sesama, serta semangat bela negara,” ujar Jamaludin.

Berbeda dengan pelaksanaan Kembara sebelumnya yang digelar di wilayah Kota Tangerang Selatan, tahun ini panitia memilih kawasan Gunung Halimun Salak sebagai lokasi kegiatan. Menurut Jamaludin, pemilihan lokasi di alam terbuka dilakukan untuk memberikan pengalaman yang berbeda sekaligus meningkatkan tantangan fisik bagi peserta.

“Kami ingin ada suasana yang berbeda dari Kembara sebelumnya. Latihan di alam terbuka memberikan tantangan fisik yang lebih terasa, sekaligus melatih ketahanan, kemandirian, dan kekompakan peserta,” kata Jamaludin.

Selain menjadi bagian dari pembentukan karakter dan latihan fisik, pemilihan lokasi di kawasan pegunungan juga diharapkan memberikan suasana yang lebih segar bagi peserta. Kegiatan di alam terbuka menjadi kesempatan untuk sejenak keluar dari rutinitas, menikmati suasana alam, sekaligus membangun keakraban antarpeserta.

“Di sisi lain, ini juga menjadi kesempatan untuk refreshing. Setelah menjalani berbagai aktivitas dan rutinitas, peserta bisa menikmati suasana alam, sehingga kegiatan tetap serius dalam pembekalan, tetapi juga menyenangkan,” ujar Jamaludin.

Dengan memadukan pembekalan, latihan fisik, kegiatan keagamaan, pengalaman di alam terbuka, serta kebersamaan, Kembara diharapkan dapat menjadi pengalaman yang berkesan sekaligus memberikan bekal bagi peserta untuk berkontribusi di tengah masyarakat.