Menembus Hutan dan Sungai, Peserta Kembara Tempa Ketahanan Fisik

Peserta Kembara PKS Tangsel Gelombang II berfoto bersama di Eco Edu Forest, Sentul

BOGOR – Sebanyak 218 anggota madya PKS Tangerang Selatan mengikuti long march dengan melintasi sungai, bukit terjal, dan kawasan hutan dalam rangkaian Kemah Bela Negara (Kembara) Gelombang II di Eco Edu Forest, Sentul, Bogor, Jawa Barat, 18–20 September 2026.

Tak sekadar menempuh medan yang menantang, peserta juga membawa perlengkapan pribadi selama perjalanan. Beban bawaan yang cukup berat menambah tantangan dalam kegiatan yang dirancang untuk menempa ketahanan fisik peserta.

Peserta Kembara memiliki latar belakang usia dan kemampuan fisik yang beragam. Meski demikian, seluruh peserta berhasil menyelesaikan rangkaian long march hingga kembali ke lokasi kegiatan.

Ketua Bidang Kepanduan dan Bela Negara (BKBN) DPD PKS Tangerang Selatan, Iwan Wahyudi, mengatakan long march menjadi bagian dari pembinaan untuk melatih ketahanan dan kesiapan peserta menghadapi kondisi di lapangan.

“Peserta memiliki usia dan kemampuan fisik yang beragam. Mereka juga membawa perlengkapan masing-masing dan harus melewati medan yang cukup menantang. Alhamdulillah, seluruh peserta berhasil menyelesaikan perjalanan,” ujar Iwan.

Menurut Iwan, kesiapan peserta juga menjadi perhatian panitia sebelum rangkaian kegiatan dimulai. Tim dokter terlebih dahulu melakukan asesmen terhadap kondisi peserta sebagai bagian dari persiapan kegiatan.

Selama pelaksanaan Kembara, tim dokter juga disiagakan untuk mendampingi peserta dan memberikan penanganan apabila dibutuhkan. Hal tersebut dilakukan untuk mendukung keamanan dan kesehatan peserta selama mengikuti rangkaian kegiatan.

Menurut Iwan, tantangan dalam long march tidak hanya berkaitan dengan kemampuan fisik. Peserta juga belajar menjaga semangat, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap sesama selama menempuh perjalanan.

“Dalam perjalanan, peserta belajar bahwa kita tidak berjalan sendiri. Ada semangat untuk saling membantu dan memastikan seluruh anggota dapat menyelesaikan perjalanan bersama,” katanya.

Long march menjadi salah satu bagian dari pembinaan jasadiyah dalam Kembara Gelombang II. Kegiatan tersebut dirancang untuk melatih ketahanan tubuh sekaligus membangun karakter, kedisiplinan, daya juang, dan kekompakan peserta.

Kembara Gelombang II PKS Tangsel berlangsung selama tiga hari dan diikuti 218 anggota madya. Selain pembinaan fisik, peserta juga mendapatkan berbagai pembekalan untuk memperkuat aspek spiritual, wawasan, keterampilan, dan kesiapan dalam menjalankan peran di tengah masyarakat.

Pak Mus Tutup Kembara PKS Tangsel, Tekankan Kiprah Kader di Masyarakat

Pak Mus memberikan pesan kepada peserta saat penutupan Kembara PKS Tangsel Gelombang II di Eco Edu Forest

Bogor – Ketua DPD PKS Tangerang Selatan Mustopa atau yang akrab disapa Pak Mus, menutup rangkaian Kemah Bela Negara (Kembara) Gelombang II di Eco Edu Forest, Sentul, Bogor, Jawa Barat, pada Ahad (20/9/2026). Dalam pesannya, Pak Mus mendorong 218 peserta untuk membawa pengalaman dan pembelajaran selama Kembara ke tengah masyarakat.

Di hadapan para anggota madya PKS Tangsel, Pak Mus menekankan bahwa Kembara bukan menjadi akhir dari proses pembinaan. Setelah kembali ke lingkungan masing-masing, para peserta diharapkan siap mengambil peran dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Setelah Kembara ini, jangan berhenti pada pengalaman selama kegiatan. Bawalah semangat, ilmu, dan keterampilan yang didapat untuk terjun ke masyarakat. Jadilah kader yang memberikan dampak positif bagi lingkungan,” ujar Pak Mus.

Menurut Pak Mus, pembinaan yang dijalani selama Kembara perlu diwujudkan dalam tindakan nyata. Kader diharapkan mampu hadir di tengah masyarakat, melihat persoalan yang ada, serta mengambil bagian dalam memberikan solusi sesuai kapasitasnya.

Kembara Gelombang II diikuti 218 anggota madya PKS Tangsel selama 18–20 September 2026. Selama tiga hari, peserta mengikuti berbagai rangkaian pembinaan yang mencakup penguatan spiritual, wawasan, kepemimpinan, keterampilan, serta ketahanan fisik.

Pak Mus mengatakan pengalaman selama Kembara dapat menjadi bekal bagi peserta untuk menjalankan peran yang lebih luas setelah kembali ke lingkungan masing-masing.

“Ukuran dari pembinaan ini bukan hanya apa yang kita dapatkan selama berada di sini, tetapi apa yang kemudian kita lakukan setelah kembali. Masyarakat harus merasakan kehadiran dan kontribusi kita,” katanya.

Penutupan Kembara menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan sekaligus awal bagi peserta untuk menerapkan pembelajaran yang telah diperoleh. Para peserta diharapkan kembali ke Tangerang Selatan dan lingkungan masing-masing dengan semangat untuk terus belajar, melayani, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Hujan Jadi Berkah Pembuka Kembara PKS Tangsel

Peserta Kembara PKS Tangsel Gelombang II berfoto bersama di Eco Edu Forest, Sentul

BOGOR – Hujan yang turun setelah kemarau panjang menjadi berkah sekaligus pembuka Kembara (Kemah Bela Negara) Gelombang II PKS Tangerang Selatan di Eco Edu Forest, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, 18–20 September 2026.

Sebanyak 218 anggota madya PKS Tangsel mengikuti kegiatan tersebut. Meski hujan turun pada awal kegiatan, panitia melakukan penyesuaian teknis agar seluruh rangkaian dan muatan pembinaan tetap dapat tersampaikan kepada peserta.

Ketua Panitia Kembara Gelombang II PKS Tangsel, Ridwan Wahyu Nendra, mengatakan kondisi tersebut menjadi bagian dari dinamika kegiatan di alam terbuka.

“Setelah kemarau yang cukup panjang, tentu kita bersyukur dengan turunnya hujan. Di sisi lain, hujan juga mengajarkan kami untuk fleksibel. Panitia harus bisa menyesuaikan teknis di lapangan tanpa kehilangan tujuan utama kegiatan,” ujar Ridwan.

Kembara Gelombang II dirancang sebagai sarana pembinaan anggota madya PKS Tangsel dengan menitikberatkan pada tiga aspek, yakni ma’nawiyah, fikriyah, dan jasadiyah.

Ketiga aspek tersebut diterjemahkan melalui rangkaian pembekalan dan aktivitas yang dirancang untuk memperkuat spiritualitas, wawasan, keterampilan, kepemimpinan, serta ketahanan fisik peserta.

Para peserta mendapatkan pembelajaran yang bersifat praktis dan aplikatif dengan bimbingan para praktisi di bidangnya. Rangkaian kegiatan memadukan pembelajaran, praktik, dan pengalaman langsung di alam terbuka.

Ridwan mengatakan Kembara diharapkan dapat memberikan bekal yang utuh bagi peserta, baik dalam penguatan kapasitas diri maupun dalam menjalankan peran di tengah masyarakat.

“Targetnya adalah peserta pulang dengan kapasitas yang bertambah, baik secara ruhiyah, fikriyah maupun jasadiyah. Mereka diharapkan menjadi pribadi yang terus belajar, memiliki ketahanan diri, dan siap berkontribusi di masyarakat,” kata Ridwan.

AMY Tutup Latansa PKS Tangsel 2026, Tekankan Pentingnya Mitigasi Bencana Kader Perempuan

BOGOR — Presiden PKS, Almuzzammil Yusuf (AMY), menghadiri sekaligus memberikan sambutan penutupan dalam pelatihan Latansa PKS Tangsel 2026 di Kebun Kepik, Gunung Sindur, Ahad (13/9/2026).

Pelatihan khusus anggota perempuan PKS ini digelar untuk memperkuat kesiapsiagaan kader dalam menghadapi situasi krisis dan bencana. Materi yang diberikan mencakup pertolongan pertama pada kecelakaan (first aid) hingga strategi mitigasi bencana di lapangan.

Dalam acara penutupan tersebut, pimpinan tertinggi PKS yang akrab disapa AMY menekankan bahwa kader perempuan memiliki peran sentral sebagai garda terdepan dalam pelayanan publik dan bantuan kemanusiaan.

“Kita tidak pernah berharap bencana datang, tetapi kita harus selalu siap dengan kondisi terburuk. Prinsipnya hope for the best, but prepare for the worst,” ujar AMY di hadapan ratusan peserta.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini memuat pelatihan nilai 5S, yakni Siaga, Survival, Solutif, Sosial, dan Solihah. Konsep tersebut dirancang untuk membentuk karakter kader yang tangguh dan responsif saat bencana terjadi.

Menurut AMY, kapasitas ketahanan kader perempuan terbukti menjadi kunci penting saat mendampingi masyarakat melewati fase krusial pascabencana.

“Pukulan pertama saat bencana membutuhkan ketenangan dan kesabaran. Kader yang terlatih akan cepat bangkit dan langsung bergerak membantu masyarakat,” tuturnya.

Selain pembekalan fisik dan teknik mitigasi, pelatihan ini juga mengasah kecerdasan intelektual serta ketahanan mental spiritual para peserta. Langkah tersebut dilakukan agar aksi kemanusiaan di lapangan dapat berjalan secara terstruktur dan berkelanjutan.

Melalui Latansa 2026, PKS Tangsel berharap seluruh kader perempuan yang telah menyelesaikan pelatihan dapat langsung menerapkan kapasitas diri dan memperluas jangkauan pelayanan sosial di tengah masyarakat.

507 Anggota Perempuan PKS Tangsel Asah Kesiapsiagaan Lewat Latansa

507 peserta perempuan PKS mengikuti upacara pembukaan Latansa Bela Negara Gelombang I di Kebun Kepik, Gunung Sindur, Bogor.

Bogor – Sebanyak 507 anggota perempuan PKS Tangerang Selatan mengikuti Pelatihan Perempuan Siaga (Latansa) Bela Negara Gelombang I di Kebun Kepik, Gunung Sindur, Bogor, Ahad (13/9/2026).

Pelatihan tersebut membekali peserta dengan sejumlah keterampilan kesiapsiagaan, mulai dari pertolongan pertama (first aid) hingga mitigasi bencana.

Ketua Bidang Kepanduan dan Bela Negara (BKBN) DPD PKS Tangerang Selatan, Iwan Wahyudi, mengatakan Latansa dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan peserta, tetapi juga membangun kesiapan mereka dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan.

“Latihan tetap kami kemas dengan suasana yang menyenangkan, tetapi tetap serius dalam membangun keterampilan dan kesiapsiagaan peserta,” ujar Iwan.

Menurut Iwan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya pengembangan diri kader melalui pembinaan yang mencakup aspek spiritual, intelektual, dan fisik.

Pembinaan itu dikenal melalui tiga pilar, yakni ma’nawiyah atau penguatan spiritual dan keteguhan jiwa, fikriyah berupa peningkatan kecerdasan dan keterampilan secara berkelanjutan, serta jasadiyah yang berfokus pada pembinaan fisik dan ketahanan tubuh.

“Perempuan perlu memiliki kesiapan, baik secara mental, pengetahuan maupun fisik, sehingga dapat mengambil peran ketika dibutuhkan, terutama dalam kondisi darurat dan di tengah masyarakat,” kata Iwan.

Dalam Latansa, peserta mendapatkan materi dan praktik yang disampaikan oleh para praktisi di bidangnya. Materi disusun agar peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkannya ketika menghadapi kondisi nyata.

Pelatihan pertolongan pertama menjadi salah satu bagian dari kegiatan. Peserta juga diperkenalkan dengan pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan mitigasi serta kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Latansa Gelombang I menjadi salah satu bentuk pembinaan kader perempuan PKS Tangerang Selatan dalam memperkuat karakter organisasi sekaligus meningkatkan kapasitas anggota.

Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan memiliki bekal keterampilan yang dapat digunakan untuk membantu keluarga dan masyarakat, khususnya ketika menghadapi situasi yang membutuhkan respons cepat dan tepat.