AMY Tutup Latansa PKS Tangsel 2026, Tekankan Pentingnya Mitigasi Bencana Kader Perempuan

BOGOR — Presiden PKS, Almuzzammil Yusuf (AMY), menghadiri sekaligus memberikan sambutan penutupan dalam pelatihan Latansa PKS Tangsel 2026 di Kebun Kepik, Gunung Sindur, Ahad (13/9/2026).

Pelatihan khusus anggota perempuan PKS ini digelar untuk memperkuat kesiapsiagaan kader dalam menghadapi situasi krisis dan bencana. Materi yang diberikan mencakup pertolongan pertama pada kecelakaan (first aid) hingga strategi mitigasi bencana di lapangan.

Dalam acara penutupan tersebut, pimpinan tertinggi PKS yang akrab disapa AMY menekankan bahwa kader perempuan memiliki peran sentral sebagai garda terdepan dalam pelayanan publik dan bantuan kemanusiaan.

“Kita tidak pernah berharap bencana datang, tetapi kita harus selalu siap dengan kondisi terburuk. Prinsipnya hope for the best, but prepare for the worst,” ujar AMY di hadapan ratusan peserta.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini memuat pelatihan nilai 5S, yakni Siaga, Survival, Solutif, Sosial, dan Solihah. Konsep tersebut dirancang untuk membentuk karakter kader yang tangguh dan responsif saat bencana terjadi.

Menurut AMY, kapasitas ketahanan kader perempuan terbukti menjadi kunci penting saat mendampingi masyarakat melewati fase krusial pascabencana.

“Pukulan pertama saat bencana membutuhkan ketenangan dan kesabaran. Kader yang terlatih akan cepat bangkit dan langsung bergerak membantu masyarakat,” tuturnya.

Selain pembekalan fisik dan teknik mitigasi, pelatihan ini juga mengasah kecerdasan intelektual serta ketahanan mental spiritual para peserta. Langkah tersebut dilakukan agar aksi kemanusiaan di lapangan dapat berjalan secara terstruktur dan berkelanjutan.

Melalui Latansa 2026, PKS Tangsel berharap seluruh kader perempuan yang telah menyelesaikan pelatihan dapat langsung menerapkan kapasitas diri dan memperluas jangkauan pelayanan sosial di tengah masyarakat.

507 Anggota Perempuan PKS Tangsel Asah Kesiapsiagaan Lewat Latansa

507 peserta perempuan PKS mengikuti upacara pembukaan Latansa Bela Negara Gelombang I di Kebun Kepik, Gunung Sindur, Bogor.

Bogor – Sebanyak 507 anggota perempuan PKS Tangerang Selatan mengikuti Pelatihan Perempuan Siaga (Latansa) Bela Negara Gelombang I di Kebun Kepik, Gunung Sindur, Bogor, Ahad (13/9/2026).

Pelatihan tersebut membekali peserta dengan sejumlah keterampilan kesiapsiagaan, mulai dari pertolongan pertama (first aid) hingga mitigasi bencana.

Ketua Bidang Kepanduan dan Bela Negara (BKBN) DPD PKS Tangerang Selatan, Iwan Wahyudi, mengatakan Latansa dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan peserta, tetapi juga membangun kesiapan mereka dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan.

“Latihan tetap kami kemas dengan suasana yang menyenangkan, tetapi tetap serius dalam membangun keterampilan dan kesiapsiagaan peserta,” ujar Iwan.

Menurut Iwan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya pengembangan diri kader melalui pembinaan yang mencakup aspek spiritual, intelektual, dan fisik.

Pembinaan itu dikenal melalui tiga pilar, yakni ma’nawiyah atau penguatan spiritual dan keteguhan jiwa, fikriyah berupa peningkatan kecerdasan dan keterampilan secara berkelanjutan, serta jasadiyah yang berfokus pada pembinaan fisik dan ketahanan tubuh.

“Perempuan perlu memiliki kesiapan, baik secara mental, pengetahuan maupun fisik, sehingga dapat mengambil peran ketika dibutuhkan, terutama dalam kondisi darurat dan di tengah masyarakat,” kata Iwan.

Dalam Latansa, peserta mendapatkan materi dan praktik yang disampaikan oleh para praktisi di bidangnya. Materi disusun agar peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkannya ketika menghadapi kondisi nyata.

Pelatihan pertolongan pertama menjadi salah satu bagian dari kegiatan. Peserta juga diperkenalkan dengan pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan mitigasi serta kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Latansa Gelombang I menjadi salah satu bentuk pembinaan kader perempuan PKS Tangerang Selatan dalam memperkuat karakter organisasi sekaligus meningkatkan kapasitas anggota.

Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan memiliki bekal keterampilan yang dapat digunakan untuk membantu keluarga dan masyarakat, khususnya ketika menghadapi situasi yang membutuhkan respons cepat dan tepat.