PKS Tangsel Luncurkan Gerakan Tangsel Hijau, Respons Kualitas Udara Buruk dan Ancaman Banjir

TANGERANG SELATAN — Isu kualitas udara yang kerap berada di level tidak sehat serta banjir yang berulang melanda sejumlah wilayah mendorong Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Tangerang Selatan meluncurkan Gerakan Tangsel Hijau.

Peluncuran gerakan tersebut dilakukan di Aula Teras Tangsel, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Ahad (8/2/2026), dan ditandai dengan penyerahan bibit pohon kepada perwakilan kader sebagai simbol dimulainya aksi penghijauan di berbagai wilayah kota.

Ketua DPD PKS Kota Tangerang Selatan, Dr. H. Mustopa, M.A., mengatakan bahwa Gerakan Tangsel Hijau merupakan langkah konkret untuk merespons persoalan lingkungan perkotaan yang semakin dirasakan masyarakat, mulai dari kualitas udara yang kerap masuk kategori buruk dalam pemantauan Air Quality Index (AQI) hingga persoalan banjir akibat berkurangnya daya serap lingkungan.

“Kondisi kualitas udara yang sering tidak sehat dan banjir yang masih terjadi di sejumlah titik menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus terus diperkuat. Gerakan Tangsel Hijau adalah ikhtiar bersama untuk merawat lingkungan melalui langkah sederhana, salah satunya penanaman pohon,” ujar Mustopa.

Menurutnya, penanaman dan perawatan pohon memiliki peran penting dalam memperbaiki kualitas udara, meningkatkan daya resap air, serta menambah ruang hijau di kawasan perkotaan yang semakin padat.

Mustopa menegaskan, keberhasilan gerakan ini sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. Karena itu, Gerakan Tangsel Hijau tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi diharapkan berlanjut menjadi aksi nyata di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Gerakan Tangsel Hijau dirancang sebagai program partisipatif yang melibatkan kader dan masyarakat untuk aktif menanam serta merawat pohon, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan hidup.

PKS Tangsel berharap Gerakan Tangsel Hijau dapat menjadi pemantik berbagai inisiatif lingkungan lainnya yang melibatkan masyarakat secara lebih luas, guna mewujudkan Kota Tangerang Selatan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

PKS Tangsel Luncurkan Pasar Tani, Dorong Produk UMKM dan Ketahanan Pangan Lokal

TANGERANG SELATAN — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Tangerang Selatan meluncurkan program Pasar Tani PKS Tangsel sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat, khususnya petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha pangan.

Peluncuran Pasar Tani tersebut dilakukan di Aula Teras Tangsel, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Ahad (8/2/2026), bersamaan dengan rangkaian kegiatan pelantikan pengurus DPRa se-Tangerang Selatan. Program ini diresmikan secara simbolis oleh Sekretaris Bidang Petani, Peternak, dan Nelayan DPW PKS Banten, Hendratno Suharman, yang hadir mewakili DPW PKS Banten.

Hendratno menjelaskan bahwa Pasar Tani dirancang untuk mempertemukan produsen pangan secara langsung dengan konsumen. Dengan pola tersebut, rantai distribusi dapat dipangkas sehingga harga produk menjadi lebih terjangkau.

“Pasar Tani ini kami rancang sebagai ruang bertemunya petani, peternak, dan nelayan dengan konsumen. Selain itu, program ini juga bertujuan menguatkan ekonomi kader agar lebih mandiri secara ekonomi,” ujar Hendratno.

Menurutnya, Pasar Tani juga menjadi sarana membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha pangan lokal, sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi berbasis komunitas.

Ketua DPD PKS Kota Tangerang Selatan, Dr. H. Mustopa, M.A., menambahkan bahwa penguatan ekonomi rakyat perlu dilakukan melalui program-program konkret yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Pasar Tani adalah salah satu ikhtiar untuk memperkuat kemandirian ekonomi warga, khususnya di sektor pangan,” kata Mustopa.

Ke depan, Pasar Tani PKS Tangsel direncanakan akan dikembangkan secara berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak pelaku usaha, baik dari kalangan kader maupun masyarakat umum, di wilayah Kota Tangerang Selatan.

PKS Tangsel Lantik DPRa, Ratusan Gen Z Masuk Struktur Kepengurusan

TANGERANG SELATAN — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Tangerang Selatan menggelar kegiatan pelantikan Dewan Pengurus Ranting (DPRa) se-Kota Tangerang Selatan sekaligus penyerahan Surat Keputusan (SK) baru Dewan Pengurus Cabang (DPC), pada Ahad, 8 Februari 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Teras Tangsel, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, dan dihadiri oleh jajaran pengurus DPD, DPC, serta DPRa.

Penyerahan SK baru DPC dilakukan langsung oleh Ketua DPD PKS Kota Tangerang Selatan, Dr. H. Mustopa, M.A. Dalam kesempatan yang sama, Dr. Mustopa juga melantik secara simbolis para Ketua DPRa se-Kota Tangerang Selatan.

Dalam sambutannya, Dr. Mustopa menjelaskan bahwa SK baru tersebut membawa perubahan penting, yakni masa jabatan DPC kini menjadi lima tahun, sehingga seragam dengan masa jabatan DPD dan DPRa. Menurutnya, penyelarasan masa jabatan ini diharapkan dapat menyamakan langkah, ritme kerja, dan arah perjuangan seluruh struktur PKS di Kota Tangerang Selatan.

“Dengan masa jabatan yang sama, kita ingin seluruh jenjang kepengurusan bisa berjalan lebih solid, terencana, dan fokus menuntaskan amanah,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas komposisi kepengurusan DPRa dan DPC yang kini banyak diisi oleh generasi muda, khususnya dari kalangan Generasi Z. Hal tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa proses kaderisasi PKS di Kota Tangerang Selatan berjalan dengan baik dan berkelanjutan.

“Ini tanda roda kaderisasi berjalan sehat. Anak-anak muda sudah mulai mengambil peran strategis dan itu patut kita syukuri,” tambahnya.

Menutup sambutannya, Ketua DPD PKS Tangsel berpesan kepada seluruh pengurus yang dilantik dan menerima amanah agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan menyelesaikan amanah hingga tuntas.

“Jabatan adalah amanah. Jalani, rawat, dan selesaikan amanah ini sampai akhir dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.

Kegiatan pelantikan dan penyerahan SK berlangsung dengan khidmat dan menjadi momentum penguatan struktur serta soliditas PKS Kota Tangerang Selatan ke depan.

PKS Tangsel: Lindungi Korban, Usut Tuntas Pelaku, dan Perbaiki Sistem Pengawasan Sekolah

Tangerang Selatan – DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Tangerang Selatan menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus kecaman keras atas dugaan tindak pencabulan yang dilakukan oleh oknum guru SD Negeri 01 Rawa Buntu, Serpong, terhadap belasan muridnya.

Ketua DPD PKS Tangerang Selatan, Mustopa, menegaskan bahwa kasus ini merupakan kejahatan serius yang tidak boleh ditoleransi dalam bentuk apa pun, terlebih terjadi di lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi ruang aman bagi anak-anak.

“Anak-anak harus berada di ruang belajar yang aman. Korban wajib dilindungi, didampingi secara psikologis, dan identitasnya dijaga. Pemerintah tidak boleh abai ketika ruang pendidikan justru menjadi tempat terjadinya kekerasan,” tegas Pak Mus.

DPD PKS Tangsel mendukung penuh langkah cepat Polres Tangerang Selatan dalam mengamankan pelaku serta mengusut tuntas kasus ini secara profesional dan transparan. PKS mendorong agar proses hukum berjalan maksimal, termasuk penerapan hukuman seberat-beratnya sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selain penegakan hukum, PKS Tangsel juga menekankan pentingnya pendampingan jangka panjang bagi para korban, baik secara psikologis maupun sosial, agar anak-anak dapat pulih dan kembali menjalani proses belajar dengan aman.

“Trauma pada anak tidak selesai hanya dengan penangkapan pelaku. Pemerintah dan sekolah harus hadir memastikan pemulihan korban berjalan menyeluruh,” lanjut Pak Mus.

PKS Tangsel juga mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan tenaga pendidik, termasuk:

  • Penguatan mekanisme pengaduan di sekolah,
  • Pelatihan pencegahan kekerasan seksual bagi guru dan tenaga kependidikan,
  • Serta pengawasan berkala terhadap lingkungan sekolah.

DPD PKS Tangsel mengajak seluruh elemen Masyarakat mulai dari orang tua, sekolah, dan pemerintah untuk bersama-sama membangun sistem perlindungan anak yang kuat, agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

“Keselamatan dan masa depan anak-anak adalah tanggung jawab bersama. Jangan ada kompromi terhadap kejahatan seksual pada anak,” tutup Pak Mus.

Rakerda PKS Tangsel Bahas Krisis Sampah

Tangerang Selatan, IDN Times – Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD PKS) Kota Tangerang Selatan menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Minggu, (21/12/2025). Agenda ini menjadi ajang konsolidasi internal sekaligus penegasan sikap PKS dalam merespons berbagai persoalan warga, termasuk krisis pengelolaan sampah yang belakangan menjadi sorotan luas.

Ketua DPD PKS Tangsel, Mustopa menegaskan, persoalan perkotaan seperti sampah tidak bisa diselesaikan secara parsial. “Dibutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara partai politik, pemerintah, dan masyarakat agar solusi yang dihadirkan benar-benar berdampak,” ungkapnya.

1. Persoalan sampah sudah berkembang menjadi isu nasional

Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Banten, Ruhamaben menyinggung persoalan sampah di Tangerang Selatan yang kini telah berkembang menjadi isu nasional.

“Tidak cukup hanya mengkritik, PKS harus ikut mengurai masalah dan menawarkan jalan keluar,” ujar Ruhamaben.

2. Dalam persoalan sampah Tangsel PKS tak ingin hanya sekadar jadi penonton

Ia menegaskan, sikap PKS adalah menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton. Karena itu, Ruhamaben mendorong seluruh struktur PKS Tangsel untuk membuka ruang sinergi dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan dan berbagai elemen masyarakat.

“Jika ingin menjadi solusi, maka kuncinya adalah sinergi. PKS harus bekerja sama dengan Pemkot dan seluruh elemen masyarakat agar persoalan sampah ini bisa ditangani secara menyeluruh dan berkelanjutan,” katanya.

Rakerda PKS Tangsel ini dihadiri oleh jajaran pengurus DPD PKS Tangsel periode 2025–2030, anggota DPR RI Habib Idrus Salim Al Jufri, anggota DPRD Provinsi Banten Budi Prajogo dan Andi Cut Muthia, Fraksi PKS DPRD Kota Tangerang Selatan, serta pengurus DPC PKS se-Tangerang Selatan.

Sumber : IDN Times Banten

Rakerda PKS Tangsel Soroti Permasalahan Sampah, Siap Sinergi dengan Pemkot: Tak Cukup Mengkritik

TRIBUNJAKARTA.COM – Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD PKS) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyoroti persoalan sampah. 

Mengusung tema “Kokohkan Barisan, Tingkatkan Pelayanan, Raih Kemenangan”, agenda ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penajaman peran PKS dalam menjawab persoalan warga, termasuk isu krusial sampah yang belakangan menyita perhatian publik.

Ketua DPD PKS Tangsel, Mustopa, mengatakan Rakerda menjadi ruang strategis untuk memetakan arah kebijakan dan program kerja partai ke depan. Menurut dia, penguatan struktur organisasi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas advokasi dan pelayanan kepada masyarakat.

“Rakerda ini bukan sekadar agenda internal. Kami ingin memastikan seluruh kerja PKS Tangsel benar-benar berpijak pada kebutuhan warga. PKS harus hadir dengan kerja nyata, memperkuat advokasi, dan memberi pelayanan yang solutif,” kata Mustopa dalam sambutannya, Minggu (21/12/2025).

Ia menegaskan, PKS Tangsel berkomitmen membangun sinergi lintas pihak demi menghadirkan solusi konkret bagi persoalan kota. Mustopa menyebut, tantangan perkotaan seperti pengelolaan sampah tidak bisa diselesaikan secara sektoral, melainkan membutuhkan kolaborasi berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Banten, Ruhamaben, menyoroti urgensi kehadiran PKS di garis depan dalam setiap problematika warga. Ia menyinggung persoalan sampah di Tangsel yang dinilai telah berkembang menjadi isu nasional dan membutuhkan langkah serius serta terkoordinasi.

“PKS Tangsel wajib hadir paling depan membela kepentingan warga. Persoalan sampah ini sudah menjadi sorotan nasional. Tidak cukup hanya mengkritik, PKS harus ikut mengurai masalah dan menawarkan jalan keluar,” ujar Ruhamaben.

Politisi senior Tangsel itu menegaskan, sikap PKS adalah menjadi bagian dari solusi. Karena itu, ia mendorong seluruh struktur PKS Tangsel untuk membuka ruang sinergi dengan semua pihak, termasuk Pemerintah Kota Tangsel.

“Jika ingin menjadi solusi, maka kuncinya adalah sinergi. PKS harus bekerja sama dengan Pemkot dan seluruh elemen masyarakat agar persoalan sampah ini bisa ditangani secara menyeluruh dan berkelanjutan,” kata Ruhamaben.

Rakerda ini dihadiri oleh keluarga besar PKS, mulai dari Pengurus DPD PKS Tangsel periode 2025–2030, anggota DPR RI Habib Idrus Salim Al Jufri, anggota DPRD Provinsi Banten Budi Prajogo dan Andi Cut Muthia, Fraksi PKS DPRD Kota Tangsel, hingga jajaran pengurus DPC PKS se-Tangsel.

Sumber : Tribun Jakarta

PKS Tangsel Soroti Penguatan Keluarga dan Peran Ayah dalam Rakerda 2025

Tangerang Selatan — Bidang Perempuan dan Keluarga (BIPEKA) DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Tangerang Selatan meluncurkan sejumlah program serta mengukuhkan peran strategis dalam rangkaian Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PKS Tangsel 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula DPRD Kota Tangerang Selatan, Ahad (21/12/2025).

Dalam kegiatan itu, BIPEKA DPD PKS Tangsel mengukuhkan Widiyanti sebagai Duta Rumah Keluarga Indonesia (RKI), H. Muhammad Sabik, Lc., MA sebagai Ketua Forum Ayah, serta Dr. Rika Hardani, M.Si sebagai Konsultan Keluarga.

Ketua DPD PKS Kota Tangerang Selatan, Mustopa, mengatakan penguatan keluarga merupakan aspek penting dalam pembangunan sosial masyarakat. Menurut dia, berbagai persoalan sosial kerap berakar dari lemahnya fungsi keluarga, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih terstruktur dan kolaboratif.

“Penguatan keluarga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, baik peran ibu, ayah, maupun pendamping profesional, agar keluarga dapat menjalankan fungsinya secara optimal,” ujar Mustopa.

Ia menambahkan, kehadiran Duta RKI, Forum Ayah, dan Konsultan Keluarga diharapkan dapat memperluas jangkauan program Rumah Keluarga Indonesia sekaligus memperkuat implementasinya di tingkat masyarakat.

Rumah Keluarga Indonesia merupakan program PKS yang difokuskan pada pendampingan dan penguatan keluarga. Program ini mencakup isu keharmonisan rumah tangga, pengasuhan dan pendidikan anak, penguatan peran ayah dan ibu, serta ketahanan ekonomi keluarga.

Selain sebagai program, RKI juga diposisikan sebagai gerakan sosial yang mendorong pengarusutamaan keluarga dalam kehidupan bermasyarakat. Pendekatan ini menempatkan keluarga sebagai unit penting dalam pembangunan, yang pelaksanaannya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat dan komunitas lokal.

Melalui peluncuran program tersebut, BIPEKA DPD PKS Kota Tangerang Selatan menargetkan penguatan layanan pendampingan keluarga dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.

Rakerda PKS Tangsel Perkuat Barisan Menuju Pelayanan dan Kemenangan

Tangerang Selatan – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Tangerang Selatan baru saja melaksanakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sebagai tahapan strategis konsolidasi partai. Rakerda digelar pada 21 Desember 2025 bertempat di Aula DPRD Kota Tangerang Selatan.

Agenda utama Rakerda ini adalah penyampaian program kerja DPD PKS Kota Tangerang Selatan kepada seluruh jajaran pengurus DPD serta perwakilan tiap DPC, sebagai bentuk penyamaan visi dan arah gerak partai di tingkat daerah.

Rakerda tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan struktur penting PKS, di antaranya Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Banten Ir. H. Ruhamaben, M.S.A.E., Anggota DPR RI Fraksi PKS Habib Idrus Al-Jufrie, jajaran pengurus DPTD PKS Kota Tangerang Selatan, serta seluruh Ketua DPC PKS se-Kota Tangerang Selatan.

Ketua DPD PKS Kota Tangerang Selatan, Dr. H. Mustopa, MA, dalam sambutannya menegaskan bahwa Rakerda merupakan lanjutan dari Rakernas dan Rakerwil, sekaligus menjadi tahapan penting dalam menyusun arah kerja PKS di tingkat daerah secara terukur dan sistematis.

Ia menjelaskan, perencanaan program dalam Rakerda ini disusun dengan semangat tinggi dan persiapan matang. Seluruh bidang telah menyiapkan rencana kerja sejak pra-Rakerda. Mustopa juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas bidang dan fraksi. Menurutnya, kekuatan PKS terletak pada kerja sama dan sinergi seluruh struktur, bukan berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam menyukseskan program-program unggulan partai.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penguatan barisan internal merupakan syarat utama untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus meraih kemenangan politik. Dengan kekokohan struktur dan kerja serius seluruh kader, Mustopa menyampaikan optimisme bahwa PKS dapat meningkatkan perolehan kursi DPRD Kota Tangerang Selatan, bahkan melampaui target yang telah direncanakan.

Melalui Rakerda ini, PKS Kota Tangerang Selatan menegaskan komitmennya untuk menghadirkan program-program yang menjawab kebutuhan riil warga, mulai dari penguatan pelayanan sosial, pendampingan keluarga, hingga advokasi kebijakan publik di tingkat kota. Seluruh hasil Rakerda diarahkan agar tidak berhenti pada perencanaan internal, tetapi benar-benar diterjemahkan menjadi kerja nyata yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Tangerang Selatan.