- Berita Terkini
PKS Tegaskan Komitmen Perkuat UMKM Disabilitas di Hari Disabilitas Internasional 2025
- 3 December 2025
JAKARTA — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem wirausaha inklusif bagi penyandang disabilitas dalam acara Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025 dengan tema “Membangun Inklusivitas Ekosistem Wirausaha untuk Disabilitas Mandiri dan Berdaya.”
Kegiatan yang diinisiasi oleh Bidang Pembinaan Masyarakat Rentan dan Disabilitas DPP PKS ini mengundang narasumber Sociopreuner yang juga Founder Forum UMKM Disabilitas, Rani Mei Lestari.
Di momen ini, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf mengajak seluruh pihak untuk terus menghadirkan kasih sayang, memenuhi hak, dan membuka kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas di seluruh Indonesia.
“Disabilitas bukanlah ketidakmampuan tapi kemampuan dengan cara yang berbeda, cara yang khas,” ujar Almuzzammil.
Ia juga mengajak untuk merefleksikan peran negara dalam mengimplementasikan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas yang akan genap 10 tahun beberapa bulan lagi.
“Semoga semakin banyak hal-hal yang bisa kita penuhi, salah satunya adalah akses kepada ekonomi, kegiatan yang mengkolaborasikan penyandang disabilitas dengan Kementerian UMKM,” ujarnya.
Kolaborasi lintas lembaga dianggap penting untuk memastikan akses permodalan, pelatihan, pendampingan, serta perluasan pasar dapat semakin terbuka bagi UMKM disabilitas.
“Selamat Hari Disabilitas Internasional 2025. Mari terus berjuang menghadirkan kasih sayang, memenuhi hak, memberikan dukungan, serta kesempatan yang setara bagi saudara kita penyandang disabilitas ,” tutupnya.
Pada kesempatan ini, Almuzzammil juga meluncurkan Gerakan Sayangi Rentan dan Disabilitas AKSES PKS sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat kepada kelompok disabilitas.
PKS juga memberikan ruang kepada sejumlah pelaku UMKM disabilitas untuk memamerkan karya dan produk unggulan mereka. Presiden PKS juga turut membeli sebuah lukisan karya penyandang disabilitas ADHD, sebagai bentuk apresiasi dan dukungan moral.
Hal ini menegaskan bahwa produk-produk UMKM disabilitas memiliki daya saing dan kualitas yang tidak kalah dengan pelaku usaha lainnya.
- Berita Terkait





